Community Development Worker – Center

Membangun Pertanian Indonesia Untuk Kemakmuran Petani

Juklak

JUKLAK/ JUKNIS 

  1. Penentuan Lokasi Kegiatan

Pada akhirnya Direktorat Kesmavet memberikan penetapan lokasi 200 Kab/Kota yang menjadi model pemberian bantuan RPUsk berdasarkan hasil pertimbangan matang, seperti titik strategis alur pemutus pandemi AI, pusat/ sentra penting kegiatan dalam mata rantai peternakan/ perunggasan nasional jaringan sumatera-jawa-bali-ntb, dukungan kebijakan dan kerjasama jangka panjang pemerintah daerah, kemudahan dalam pengembangan pada tahap kegiatan lanjut  dan adanya permintaan langsung sesuai kebutuhan dari masyarakat dan pemerintah daerahnya. Termasuk pertimbangan pemberian tujuh bantuan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya, kegiatan di tujuh Kab/Kota sebelumnya dilakukan tanpa pendampingan (cd worker). Kabupaten/ Kota yang terpilih, adalah : 

  1. Teknik Pengumpulan data

Agar data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, pengumpulan dilakukan dengan dua cara :

Ø      secara bersamaan data sekunder di lokasi di-compiling dari berbagai pihak (instansi) sebagaimana telah direncanakan, data daerah dalam angka terbaru, laporan tahunan dan laporan kegiatan teknis terkait terakhir (masalah flu burung, kegiatan pada peternakan ayam, media masa lokal, laporan pembina dan lainnya); langsung diolah

Ø      dan didiskusikan oleh tim cd dengan pembina (dinas terkait) serta saat penggalian informasi data primer dengan berbagai instansi terkait yang dikunjungi, sehingga kesimpulan segera didapat. 

  1. Metode Pendekatan Partisipatif

Ø      Tim condev selalu melakukan penggalian informasi dan mengajak semua pihak terkait mengambil peran )partisipatif) serta saling melengkapi dalam semua rangkaian kegiatan ini. Akhirnya, semua pihak berlomba memiliki kegiatan dan memberikan masukan terbanyak dan akurat, empat besaran sumber di lokasi yang dijadikan cross-check dan akurasi info, adalah :

Ø      Informan dan vocal points, tokoh atau orang-orang yang netral dan biasanya sudah menjadi relasi anggota tim dan dianggap memahami permasalahan serta akan bijak memberikan masukannya tanpa intervensi atau adanya kepentingan lain.

Ø      Kelompok, umumnya, selain kelompok yanh diajukan dinas terkait, tim cd worker juga selalu menyiapkan kelompok, sebagai persiapan bilamana dinas karena satu dan lain hal tidak memiliki kelompok binaan. Sekaligus sebagai upaya pemerataan kesempatan dan peluang usaha masyarakat daerah tersebut, hal ini dianggap perlu dilakukan pada era transparansi dialam demokrasi saat ini.

Ø      Stakeholder/ pemangku kepentingan terkait, merupakan target penyempurnaan tim cd worker dalam memberikan dukungan konsensus pemilihan kelompok terbaik, sehingga kegiatan dan bantuan bermanfaat, berkesinambungan dan didukung semua pihak,

Ø      Kelembagaan, Usaha dan Hukum, tim cd worker yang terdiri dari berbagai prinsip ilmu dan pengalaman (gabungan tim pusat dan lokal) kepada kelompok memberikan yang terbaik berdasarkan keikhlasan transfer knowledge dan akses, sehingga secara partisipatif kelompok dibawa kearah pemahaman kelembagaan, sistim dan taktik usaha serta hukum-hukum yang berlaku. 

  1. Langkah-langkah Tahapan Kegiatan Pelaksanaan

Ø      Pematangan pemahaman tentang perencanaan dan Tahapan kegiatan lapang bagi Tim CD dan pihak-pihak terkait, seperti petunjuk kerja, jenis besaran pembiayaan para pihak, sistim pengumpulan dan analisa data primer dan sekunder. Identifikasi lokasi dan penentuan kelompok (gabungan) terpilih dan pendampingan teknisnya (manajemen, bisnis dan kerjasama terpadu dengan institusi lain), tujuan dan manfaat depth interview dan focus group discussion, legalitas tugas dan wewenang cd worker, pentingnya perda pendukung sebagai sasaran antara dan berkembangnya kegiatan peternakan dan jaminan pangan sehat bagi masyarakat, tugas pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.

Ø      Pematangan akhir Tim dan mitra-mitra terkait tentang perumusan masukan hasil konsensus kesepakatan kelompok yang disaksikan  instansi, tokoh dan institusi terkait, berdasarkan; unitasi data, katagori data serta analisis dan interprestasi; yang akan menjadi rekomendasi final kepada mitra Dinas Teknis (yang membidangi kesmavet di daerah) dan Direktorat Kesmavet, DitJen Peternakan, Departemen Pertanian.

Ø      Perumusan model ConDev lanjutan atau masukkan pertimbangan dari pakar untuk  model  community development  lanjutan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pasca bantuan swakelola peralatan rumah potong ayam.

Ø      Kesepakatan Kerangka Pembuatan Laporan Kegiatan (Pendahuluan dan Laporan Akhir) 

2.3.1.  Pelaksanaan di Lokasi Uji Coba Pendampingan (condev)

Ø      Segera tiba di lokasi (daerah) tim cdw melakukan pertemuan untuk menyamakan persepsi dan mengevaluasi perkembangan akhir tentang kegiatan bersama ini dengan dinas pertanian/ peternakan (yang membidangi kesmavet) di daerah tujuan, sekaligus silaturahmi kepada Kepala Dinas, kasubdin-nya dan membahas akses ke berbagai sumber serta target akhir dan kesinambungan kegiatan. Termasuk identifikasi lokasi, kelompok dan tahapan serta jadual kegiatan. Mengajak Tim Pembina yang telah dibentuk Kadis secara bersama menganalisis data sekunder yang sudah tersedia dan mencoba memberikan coaching penyempurnaan kebutuhan data terkait keberhasilan kegiatan dan pelaporannya.

Ø      Tim cdw berupaya agar pembina terus peran serta pendampingan penuh secara sukarela, sejak dari kunjungan ke kelompok target sampai dengan kesepakatan pembinaan, sehingga terjadi hubungan psikologis yang erat sehingga tidak terjadi gap formal sebagaimana yang terjadi biasanya di lapangan (daerah). Ø      Tim cdw juga berupaya keras agar Tim Pembina, pengurus kelompok dan cdw lokal (gabungan) ikut terus berperan membahas tahapan, jadual dan target akhir kegiatan, aktif melakukan pengumpulan data primer melalui depth interview ke berbagai dinas dan institusi pendukung terkait, termasuk terlibat aktif dalam kegiatan focus group discussion (FGD) 1 dan 2 hingga mencapai consensus tentang total rencana dan dukungan terkait dalam melaksanakan kegiatan; set-up kelompok gabungan usaha pelaksanaan jasa (trading) rumah pemotongan unggas bertumpu pada bantuan peralatan rumah pemotongan ayam; melakukan pelatihan-pelatihan singkat di lapangan tentang RPU, manajemen, administrasi, keuangan (analisa usaha), pemasaran, teknis pengelolaan higienis sanitasi, kehumasan dan lainnya kepada kelompok terpilih.

Ø      Dengan di-lead&coach oleh Tim cd worker bersama pembina yang ditunjuk dinas melakukan perumusan dari data primer dan sekunder yang terkumpul terakhir, dan upaya mengeksekusi final kegiatan serta membuat pelaporan tentang rencana total kegiatan usaha (proposal) kelompok gabungan yang mendapat bantuan peralatan RPU dari pusat serta menyampaikan saran konstruktif kepada DitKesmavet dan (dinas-dinas) Pemda bagi pengembangan kegiatan serupa tersebut kedepan.

Ø      Termasuk rencana Pembinaan dan Pendampingan Lanjut, seperti bagaimana dinas penanggungjawab utama mengkordinir dinas/ instansi terkait lain di daerah dapat konsisten dan focus memberikan fasilitas dalam menyempurnakan sdm, manajemen, distribusi, pemasaran, perijinan, permodalan dan langkah pengembangan bagi kepentingan kelompok terpilih. Termasuk memfasilitasi akses serta membantu merealisasikan dukungan dari pemangku kepentingan terkait lain agar dapat memajukan dan mengembangkan kelompok terpilih, dalam hal percepatan terbitnya perda pendukung, akses permodalan, promosi-distribusi-pemasaran, kerjasama, investasi dan lainnya. Dinas/ instansi terkait yang dikunjungi antara lain adalah bappeda, setwilda, dinas tatakota, dinas kesehatan, dinas agama/ pendidikan, majelis ulama indonesia daerah, badan pusat statistik, badan pom daerah, dpr-daerah (fraksi dan komisi terkait), dinas pasar dan lainnya, disesuaikan dengan ketersediaan waktu dan kebutuhan.

Ø      Kegiatan berakhir dengan kesepakatan dengan pembina dan cdw dalam untuk melanjutkan koordinasi lanjutan dengan dinas/ instansi terkait lain dalam hal pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi kegiatan RPUsk dalam kaitan flu burung ini. 

2.3.2.  Proses Pelaksanaan PRA di lapanganMetode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan (community development) kegiatan ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA).

PRA merupakan suatu pendekatan untuk mempelajari kondisi dan kehidupan pedesaan serta kegiatan usahanya dengan cara: -dari -dengan -dan -oleh masyarakat (desa) yang secara langsung adalah pelaku kegiatan usaha on dan off-farm peternakan/ perunggasan. PRA mencakup kegiatan perencanaan, analisis dan tindakan.  Pendekatan partisipasif pada pihak-pihak terkait, dinas-dinas teknis, pemda/bappeda, bpom, dprd, mui dan pemangku kepentingan lain yang terkait. Secara umum pelaksanaan pendampingan dengan pendekatan PRA di delapan lokasi Kab/Kota, waktu yang dibutuhkan di masing-masing lokasi sekitar 1 (satu) minggu termasuk perjalanan p.p jakarta-lokasi, dengan pembagian tahapan kegiatan dan waktu sebagai berikut : 

a. 1 (satu) sd. 2 (dua) hari dengan kegiatan dialogue (sosialisasi awal) dengan dinas terkait dan mitra kerja terkait, pengumpulan data sekunder dan pengkajiannya, target kelompok binaan serta membuat tahapan dan jadual pelaksanaan pendampingan yang biasanya harus selalu disesuaikan kembali dengan situasi dan kondisi (mitra kerja daerah, di daerah sudah umum semua berjalan lambat dan terkesan tanpa target jelas, sehingga diperlukan karakter leading yang kuat dari pendamping/ cdw).   b. Pelaksanaan kegiatan seleksi, pematangan kelompok target dilakukan 2 (dua) sd. 3 (tiga) hari, dengan kegiatan antara lain : 

b.1.   Observasi partisipatif, pemetaan potensi dan masalah faktual (sejarah kelompok, kegiatan usahanya, manajemennya, hubungan dengan perbankan, kelembagaannya, hubungan dengan pembina (dinas terkait), background pemilik/ pengurus, assets, dukungan external, kondisi lokasi dan infrastruktur serta sarana yang tersedia, pengaruh pelaku dalam matarantai kegiatan peternakan, harapan kelompok dan lain terkait sebagai bahan pertimbangan).b.2.   Melakukan FGD (focus group discussion) untuk musyawarah mufakat merumuskan masalah dan potensi yang ada, serta menganalisa pola keputusan untuk mempertajam informasi yang diperoleh dari hasil FGD merupakan konsensus keluaran hasil rangkuman dan kesimpulan informasi. Kegiatan ini dilakukan beberapa kali tanpa mengenal waktu dan tempat, disesuaikan dengan fasilitas, tema kegiatan pertemuan dan jadual pengurus kelompok dan pembina, terkadang sering dilakukan tanpa kehadiran pembina (seringkali juga mempunyai jadual kegiatan/ tugas penting lain), sehingga banyak yang terlewat, yang akhirnya disampaikan ulang oleh cd worker (pendamping) lokal. 

b.3.   Dan 1 (satu) sd. 2 (dua) hari terakhir biasanya dimanfaatkan CD worker (pusat dan lokal) bersama pembina dinas terkait untuk mengorganisir dan merumuskan seluruh masalah berdasarkan skala prioritas, sehingga didapat tahapan dan jenis kegiatan pendampingan, pembinaan yang tepat untuk saat kelompok RPUsk terpilih dan usulan kegiatan pendampingan kedepan.  Penjelasannya, adalah sebagai berikut : 


No.
Nama/Tgjwb Kegiatan Jadual Keterangan
Hari 1-2 Hari 3-4 Hari 5-7
2 C (cd worker) pendamping Cross check dan penyempurnaan data peternakan dan usul kgtn usaha RPU dg informan, vocal points dan pendekatan partisipatif dg sumber2 terkait lain X X X  
3 C dalam rangka pendampingan, coaching untuk A dan B  Pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam/indepth discussion dg instansi, institusi mitra-mitra terkait di daerah X X X Sering berbenturan jadual kesibukan daerah dan kesungkanan pengusaha kpd dinas/instansi
4 A dan B didampingi C sebagai fasilitator Forum Group Discussion (FGD) tahap pendahuluan (identification) untuk mencapai konsensus, dan tahap akhir (Perencanaan action-plan) dan pembuatan Laporan Pendahuluan   X X  
5 A, dan B, didampingi C Pengajuan rekomendasi sebagai hasil konsensus kelompok gabungan RPUsk dg pihak terkait, dan kontrak kerjasama bantuan peralatan RPUsk   X X  
6 A, B dan C Laporan Akhir (Final), gabungan laporan masing2 pihak> pelaksana, pendamping dan Pembina berbasis analisis data primer.     X Sering berbenturan jadual kesibukan petugas/dinas daerah
7 C dengan persetujuan dan dukungan A dan B Pemb. Rumusan kgtn CD worker lanjutan (pasca kgtn RPUsk)     X Dapat via telpn, sms, jika laporan panjang via faximile

Catatan : A> Dinas Pembina (yang membidangi Kesmavet di daerah)                B> Kelompok Target                C> CD worker Pendamping (pusat dan lokal) Kerangka Mekanisme Pelaksanaan Pendampingan Berdasarkan prinsip-prinsip community base development, maka mekanisme pelaksanaan pendampingan (cd worker) pada kegiatan ini dirancang melalui tahapan yng dilandasi proses dari bawah ke atas (bottom-up), sebagai keterwakilan partisipasi masyarakat. Adapun tahapan-tahapan tersebut, adalah :a.           Persiapanb.           Analisis Data Dasarc.           Pelaksanaan Lapangd.           Penetapan Lokasie.           Pelaksanaan pendampingan cd worker dengan pendekatan PRAf.             Technical Assistancesg.           Rekomendasi Kegiatanh.           Proposal Kegiatan dari Kelompok Terpilih kepada Ditkesmavet (Departemen) atau Bupati/ Walikota (dinas terkait) atau CD worker dengan diketahui Kepala Daerah/ Dinas terkait.i.             Realisasi dan pembuktian penyaluran bantuan peralatan RPUskj.             Monitoring dan Evaluasi Kegiatank.           Perumusan Hasil Pendampingan dan Usulan Kegiatan Community Development (cd worker) Lanjutanl.             Pelaporan Kegiatan dan Usulan Kegiatan Lanjut 

No. KEGIATAN MONEV PELAKSANA KETERANGAN
1 PersiapanPenyusunan Kelengkapan Teknis Administratif, keuangan, materi sosialisasi-diseminasi informasi & pembuatan Materi Pendampingan dan kordinasi dg tim pelaksana pusat&daerah(
surat tugas/ kerjasama organisasi atau pendamping, pengaturan jadual, korespondensi dg daerah/calon kelompok penerima kegiatan),pembelian materi dan fotocopy data2, booking travel & akomodasi)
Dilakukan Organisasi Pendamping (cd worker) dan Ditkesmavet & Dinas daerah yang membidangi Kesmavet - Merupakan Kebijakan PPK sebagai terobosan suatu model kerja bersama dengan berbagai organisasi pendampingan- adanya gaps dan lackings pelaksanaan yang membutuhkan jembatan agar mendapatkan hasil akhir yang maksimal dan perlakuan bottom-up- dalam rangka efisiensi dan efektifitas pemanfaatan kegiatan serta sumber anggaran
2 Analisis Data DasarIdentifikasi & Seleksi Lokasi dan Penentuan kelompok Target RPUsk/TPUsurtPengumpulan & pengelompokan permasalahanPemb. prioritas skala usulan solusiPendalaman pelaksanaan bantuan peralatan erkait dg pelatihan, distribusi & pengadaan barang, Alur proses teknis higienis sanitasi, SOP, pemeriksaan sample, sistim administrasi & keuangan, kelembagaan, pengawasan/ pembinaan (pusat & daerah), dukungan & kordinasi institusi terkait daerah (dinas, pemda, dprd, bpom, dinkes, mui, lsm, tokoh.) Dilakukan Organisasi Pendamping berkoordinasi dengan Ditkesmavet dan Dinas daerah yang membidangi Kesmavet - Surat Direktur Kesmavet kepada Dinas daerah yang memiliki fungsi Kesmavet No. 446/PL.230/F6/11 /06 tentang Bantuan peralatan Tempat Pemotongan Ayam dan persyaratan kelompok gabungan- mengacu pada peraturan dan kebijakan PPK dan Ditjennak, Ditlkesmavet serta hasil rapat-rapat koordinasi- Surat TU an. Dir. Kesmavet No. 486/UP.430/F.6/12/06 tentang Pembinaan Kelompok Penerima Bantuan Peralatan RPA APBN-P
3 Pelaksanaan LapangPendataan ulang dan Kelengkapan Administrasi kelompok calon Penerima Bantuan bersama petugas terkait & informan di daerahWawancara khusus (indepth discussion) dg tokoh, dinas-dinas terkait, pemda, mui, bpom, dprd)Focus Group Discussion (FGD); FGD pendahuluan dan FGD action-plan dg kelompok mghadirkan tokoh, dinas, dprd) atau kelompok menghadap ke instansi. Dilakukan Organisasi Pendampingan, Dinas daerah yang membidangi Kesmavet dan Calon kelompok penerima bantuan - Kunjungan persiapan dan pengakraban tim gabungan-  Penyamaan persepsi tentang condev, RPA dan kgtn RPUsk- Pengkajian data sekunder bersama- desain PRA - Menyiapkan peralatan dan dokumentassi- Pembahasan total dg cd worker pusat dan daerah serta yg terkait-  Sosialisasi ulang dan pemahaman teknik PRA bg semua pihak yg dilibatkan
4 Penetapan Lokasi dan Kelompok Dilakukan Organisasi Pendampingan dengan Dinas daerah yang memiliki fungsi KesmavetDan persetujuan Ditkesmavet -  Lokasi dan Kelompok merupakan hasil keputusan bersama cdw dan dinas terkait berdasarkan pertimbangan profesional (sosbudekpol) dan dukungan data sekunder.- kelompok mempunyai sejarah baik, berprestasi dan menghadapai masalah penyediaan sarana dan prasarana produksi- Kelompok merupakan binaan dinas atau bersedia dibina dinas dan mempunyai potensi pasar besar dan berkesinambungan
5 Pelaksanaan pendampingan cd worker dengan pendekatan PRA Dilakukan Organisasi Pendampingan dengan Dinas daerah yang memiliki fungsi Kesmavet dan wakil dari mitra kegiatan terkait (dinas, lsm, dpr-d, tokoh)  - pelaksanaan 3 di lapangan baik saat indepth discussion dg berbagai instansi maupun saat FGD dengan Kelompok
6 Technical Assistances Dilakukan Organisasi Pendampingan dengan wakil dari Kesmavet atau Dinas daerah yang membidangi Kesmavet - Keberpihakan- Penguatan masyarakat- Kelompok merupakan pelaku, yg lain sebagai fasilitator- Tringulasi- Mengoptimalkan hasil- orientasi praktis- Terbuka dan fleksible-Tim gabunga merupakan gabungan tenaga yang memiliki berbagai keahlian, teknis terkait dan berwawasan, pengalaman luas
7 Rekomendasi KegiatanRapat/kordinasi tim perumusSeleksi&pengelompokan usulanPerumusan prioritas pelaks.kgiatan berdasarkan matrix consensus skala prioritas usulan masyarakat,pemda,dprdPerumusan kegiatan condev lanjutan/pasa bantuan sesuai usulan kelompok dan utusan daerah lainnya Dilakukan Organisasi Pendampingan (cd worker) - Berdasarkan pleno dg dinas dan kelompok serta masukan berbsgai pihak yg mendukung kegiatan- Pendamping memberikan saran-saran, pelatihan singkat dan menyelaraskan dengan program/ kegiatan
8 Proposal Kegiatan dari Kelompok Terpilih kepada Ditkesmavet (Departemen) atau Bupati/ Walikota (dinas terkait) atau CD worker dengan diketahui Kepala Daerah/ Dinas terkait. Dilakukan Kelompok Terpilih dan Organisasi Pendapingan (cd worker) - Hasil pleno kelompok dan anggotanya- Menuangkan seluruh rencana kegiatan dengan akan adanya dukungan bantuan peralatan dan legalitas kelompok gabungan (Koperasi, UD, Firma, PT.)- Organisasi pendamping (cd worker) sebagai pemandu saja
9 Realisasi dan pembuktian penyaluran bantuan peralatan RPUsk  Dilakukan Kelompok Terpilih Penerima Bantuan dan Dinas daerah yang membidangi Kesmavet - Tersedia dari Ditkesmavet formulir-formulir tanda terima yang sebagian dibantu bawa oleh cd worker untuk ditandatangani kelompok dan dinas- cdw membuat dokumentasi keberadaan peralatan bantuan apabila kebetulan sudah tiba di lokasi penerima/ dinas.
10 Monitoring dan Evaluasi KegiatanAdministrasi, Keuangan dan Kegiatan produksi, pemasaran, kelembagaan, garansi kualitas/fungsi sarana bantuan, dukungan daerah (realisasi perda, kesepakatan lain)Usulan penyempurnaan dari daerahKordinasi dengan tim pelaksana kegiatan diskemavet utk perbaikanMenjembatani infor. bila ada kekurang lengkapan data administrasi, keuangan &                 kelembagaan Dilakukan Ditkesmavet dan Dinas daerah yang membidangi Kesmavet - belum ada pengarahan PPK atau Ditkesmavet bagi tim cd worker untuk memasuki areal monev, sementara pendampingan sendiri sesuai usulan TOR untuk cdw diharapkan berkesinambungan dan memerlukan waktu minimal 6 bulan sd. 1 tahun kegiatan, lebih lama lebih baik, mengingat dinamika usaha, perubahan karakter manusia dan tekanan lingkungan.
11 Perumusan Hasil Pendampingan dan Usulan Kegiatan Community Development (cd worker) Lanjutan Dilakukan Organisasi Pendampingan - Banyak mitra kegiatan cd worker seperti pembina dan pengurus kelompok belum memahami kegiatan dan kriteria serta wewenang pendamping, sehingga tidak banyak yang dapat menguasai materi kegiatan bahkan terkesan kurang berpihak dan menaruh perhatian khusus.- Perlu spesial effort dari Ditkesmavet untuk mendorong keberadaan cd worker dalam berbagai kegiatan agar keterbatasan internal dan dapat disempurnakan, jika mungkin diadakan pelatihan singkat Layanan Keahlian pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan pendampingan (cd worker) di Ditkesmavet.
12 Pelaporan Kegiatan dan Usulan Kegiatan LanjutKesimpulan dan Rekomendasi kegiatan lanjut Dilakukan Organisasi Pendampingan - Selesai
         

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.