Community Development Worker – Center

Membangun Pertanian Indonesia Untuk Kemakmuran Petani

Sasaran

Sasaran kegiatan pelopor (pilot-project) yang pelaksanaannya merupakan kerja bersama dengan pendampingan pengurus berbagai organisasi sosial kemasyarakatan (LSM-INGO) dalam rangka pengawalan pemberian bantuan stimulans peralatan RPUsk dan bantuan biaya renovasi yang diyakini dapat :

1) Meningkatnya upaya Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah dalam memberikan jaminan kehalalan, keamanan dan mutu daging ayam yang beredar di pasar melalui peningkatan pelayanan Kesmavet pada RPUsk/TPU skala usaha rumah tangga khususnya yang berlokasi di wilayah dimaksud. Kedepan diharapkan sesuai tingkat keberhasilan PemDa tersebut pemerintah pusat akan dapat lebih meningkatkan bantuannya; hal tersebut diharapkan mendorong PemDa lainnya untuk turut berpartisipasi dalam program serupa.

2) Meningkatnya secara proporsional ketersediaan daging ayam yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH) bagi konsumsi masyarakat sekaligus sebagai upaya penataan RPUsk dengan dukungan kerjasama lintas sektoral (interdep di pusat dan antar dinas di daerah) dalam upaya pembuatan regulasi nasional dan perda terkait.
3) Terbentuknya pola tata niaga daging ayam (unggas) ASUH berbasis ekonomi kerakyatan dalam mendukung usaha peternakan, perunggasan (ayam potong) terpadu (on dan off-farm) yang berwawasan lingkungan.

4) Tumbuhnya iklim sehat dan keterikatan erat yang saling mendukung diantara pelaku matarantai agribisnis dan agroindustri peternakan berazaskan keswadayaan, kemandirian, gotong-royong melalui sistim kerjasama antar lembaga sekaligus pemberdayaan dan pengembangan organisasi-organisasi masyarakat (kelembagaan) termasuk lembaga keuangan mikro dan koperasi, yang berawal dari terbentuknya kelompok-kelompokk gabungan yang solide dan profesional.

5) Terwujudnya penerapan higienis sanitasi di RPUsk/TPUsurt, sehingga dapat dihasilkan karkas dan daging ayam (produk asal hewan) yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), sehingga dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan pengusahanya dan dapat menjadi RPU skala kecil yang professional.

6) berkembang pesatnya RPU skala kecil yang mengetrapkan teknis higienis sanitasi secara merata, proporsional di tingkat nasional, maka hal ini merupakan salah satu keberhasilan upaya mencegah penyebaran dan penularan virus AI melalui produk unggas, karena RPUsk merupakan benteng terakhir yang masih mudah didampingi melalui pembinaan pemerintah, sebelum produknya menembus pasar (masyarakat).

7) Meningkatnya demand kebutuhan konsumsi ayam akibat terdongkraknya citra keamanan pangan, otomatis mendorong penguatan dan peningkatan seluruh kegiatan peternakan (on dan off-farm)

8) Meningkatnya dan terjalin eratnya kordinasi serta kerjasama bahu membahu antar institusi (antar pemerintah pusat, pusat-daerah (dept-dinas), antar dinas di daerah dan diantara organisasi, lembaga resmi pemerintah dan swadaya masyarakat, tokoh-tokoh, perguruan tinggi, pengusaha dan komunitas terkait lain) karena keterlibatan ini membuat masing pihak merasa memiliki hak dan tanggungjawab yang sama besar dan pentingnya.

9) Tersedianya sarana peralatan utama proses produksi di RPUsk yang memenuhi persyaratan teknis Kesmavet yang telah dilaksanakan dengan pendekatan participatory stakeholders, dan berbasis pemikiran dan kemauan bottom-up.

10) Terlaksananya contoh rumah potong unggas (RPU) skala kecil yang akan melaksanakan penerapan teknis hygiene sanitasi dan memproduksi produk PAH berkualitas yang memiliki jaminan pasar berdasarkan dukungan jaringan (kelompok), sekaligu akan dapat memberikan jaminan kontinyuitas pasokan pada kegiatan budidaya.

11) Termonitornya pengawasan dan pemeriksaan daging secara rutin, berbasis pembinaan, peraturan baku dan kepercayaan di rumah pemotongan unggas skala kecil di delapan Kota/ Kabupaten pada enam propinsi ujicoba tersebut, dan akan dilanjutkan kegiatan serupa di seluruh tanah air.

12) Terwujudnya SDM pengelola/ pekerja RPU skala kecil yang memiliki kemampuan dan bersertifikat dalam memproduksi daging ayam ASUH

13) Terdorongnya peningkatan pengawasan program keamanan pangan khususnya produk PAH (daging ayam) berlabel ASUH oleh pemerintah daerah melalui sistim kerjasama yang difasilitasi langsung pemerintah pusat dan melibatkan kegiatan lapang bergandengan erat dengan lembaga swadaya pendampingan masyarakat (INGO), dan mendorong dibuatnya peraturan daerah untuk mendukung berjalannya kegiatan tersebut secara baik dan benar.

14) Dapat tertutupnya berbagai keterbatasan pemerintah (pusat dan daerah) dalam kebocoran anggaran, kurangnya sdm tepatguna dan ketersediaan waktu kerja.

15) Dengan terbentuknya titik-titik (lokasi) RPUsk dan kerjasama erat antar pemangku kepentingan, memungkinkan adanya jaringan dan pusat informasi serta kontrol kegiatan usaha peternakan hulu-hilir terpadu (on dan off-farm) bagi kepentingan semua pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.

One thought on “Sasaran

  1. saya saat ini adalah karyawan perusahaan perunggasan. saya berencana untuk berwiraswasta, sempat terpikir untuk membuat RPUsk di daerah magelang. mohon bantuan kiranya bisa memberi kami desain RPUsk yang higienis. seandainya ada alangkah lebih baik jika disertakan perkiraan modal yang dibutuhkan, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s